5 Productivity Tools That Will Change Your Life

Apps and tools to help procrastinator finishing their task.

Samantha Davis

This article was originally published on WiseLit.com. To view the original story, click here.

SamanthaDavis_ProductivityTools-750x400

Above cafeteria food, all-nighters, and bad roommates, lies one of the biggest problems in a college student’s life: procrastination.

Battling the lack of motivation is not an easy task. It requires determination and focus, things that many students are too exhausted to dig up.

Here’s a secret that helped me during my college years: there’s nothing wrong with getting a little help.

The following tools are not simply to-do lists – they turn unfinished work into achievable goals. Each app uniquely motivates and helps users get things done.

1.      Do It – Or Else

SamanthaDavis_Productivity1

The following apps employ the use of fear as a motivator. In Write or Die, the user must continue typing or face the consequences – either a popup box shaming you for your distraction or having to watch your work “unwrite” itself.

View original post 411 more words

10 Kalimat yang Jangan Pernah Diucapkan kepada Penulis

Featured Image -- 639

What not to say to a writer or an author. 🙂

 writer-rant-1

Berikut adalah daftar 10 kalimat yang sebaiknya jangan diucapkan ke penulis. ^_^

“Buku kamu baru terbit, ya? Aku minta satu ya, yang gratis tis tis! Boleh kan?”

1

Ngarep!

“Wah, sekarang kamu jadi penulis ya? Tulisin kisah hidup aku, dong!”

2

Hmmm…. hidup kamu enggak semenarik yang kamu bayangkan. Sori.

“Gue udah baca ceritalu. Lumayan bagus, tapi kalau endingnya diubah jadi begini dan begitu kayaknya tambah oke.”

3

Oke deh. Makasih.

“Eh, kalau menulis buku dapat royaltinya berapa sih? Hah? Segitu doang?”

4

Iya, emang cuma segitu doang! Terus elu mau ngajakin gue berantem? Gitu?

“Naskah kamu dikirim ke penerbit mana? Oh penerbit itu. Mereka kan penerbit kecil ya?”

5

So what?

“Buku kamu sudah pernah ada yang bestseller belum?

6

Belum ada dan aku masih tetap bahagia.

“Aku kepingin banget jadi penulis, tapi aku enggak pernah punya waktu untuk menulis.”

7

Helloooow, kami juga punya banyak kegiatan kok, dan kami masih punya waktu untuk menulis.

View original post 69 more words

Demagogi

“Debate is a method of thinking. The critical point is when the rhetoric began to slip. The demise point is when the dialectic is locked.”

Rubrik Bahasa

Rocky Gerung* (Majalah Tempo, 7 Jul 2014)

Debat bukan sabung ayam. Tapi kita telanjur menikmatinya begitu. Menunggu ada yang keok. Lalu bersorak, lalu mengejek. Hasrat ejek-mengejek inilah yang kini menguasai psikologi politik kita: mencari kepuasan dalam kedunguan lawan.

Debat adalah seni persuasi. Seharusnya ia dinikmati sebagai sebuah pedagogi: sambil berkalimat, pikiran dikonsolidasikan. Suhu percakapan adalah suhu pikiran. Tapi bagian ini yang justru hilang dari forum debat hari-hari ini. Yang menonjol cuma bagian demagoginya: busa kalimat. Pada kalimat berbusa, kita tak menonton keindahan pikiran.

View original post 661 more words

Basuki Tjahaja Purnama

Article about my favorite person. *blushed*

Rustikaherlambang's Weblog

Melintas Cakrawala*

Ahok by Indra Leonardi Ahok by Indra Leonardi

Ia mengibaratkan diri sebagai elang hitam yang menempuh ribuan pelajaran kehidupan demi meraih kemashuran

Senja itu Basuki Tjahaja Purnama membiarkan pikirannya mengelana melompati masa.

“Bapakku mimpi aku jadi presiden.”

Ia mengawali pembicaraan dengan hal yang agak mengejutkan. Nada suaranya kalem. Tak biasanya Ahok, sapa akrab Wakil Gubernur DKI Jakarta, bercerita tentang ambisinya. Di tengah deru wacana Calon Presiden memenuhi pemberitaan di Indonesia, ia lebih banyak fokus pada berbagai rencana dan kerja yang sedang dilakoni. Itu saja. Namun mungkin hari itu sedang tak biasa. Seluruh pekerjaan rutin di kantor sebelum pulang telah diselesaikan: membaca laporan bertumpuk-tumpuk, memberi tanda, dan akhirnya seluruh berkas dibersihkan dari meja.

View original post 1,657 more words

Indomie Burger Recipe

Creativity + Indomie = Yummy~ :9 #MustTry

eateatplay

indomie burger 2

You’ve probably heard of the ramen burger craze by now. Or maybe you’ve been living under a rock. Or without interwebz. Regardless, we thought it was absolutely necessary to re-create this weird and wonderful burger, but using Indomie! We used original mi goreng, but you can use any of the Indomie varieties for this.

I must preface this recipe by saying that it’s not for everyone. The noodle buns are dense, so you can also experiment by making them thinner, depending on your preference. I also like it better when there’s more chilli sauce and kecap manis on it, so keep adding more if you like it sweet and spicy!

This recipe will make 2 Indomie burgers.

For the 2 beef patties
250g beef mince
1 egg
2 tablespoons breadcrumbs (or until you reach desired consistency)
salt and pepper

Combine beef mince with egg and breadcrumbs in a bowl, then…

View original post 279 more words

Kopikina

Review about my workplace. U,u

Abang Kyle's Blog

2014-04-05 17.21.31

Jadi, Kopikina adalah coffee shop tempat Sherly kerja untuk saat ini. Kopikina ini letaknya di Jl. Abdullah Syafi’ie no.1 (Casablanca), Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta, Indonesia. Coffee shop yang terletak di pinggir jalan ini buka mulai dari jam 6 pagi sampai jam 2 pagi, setiap hari. Dan menyediakan 60 biji kopi dari seluruh Indonesia.

IMG_20140322_115646

View original post 667 more words